Kamis, 01 Desember 2011

Pengalaman Natal Terindah


Menjelang hari natal dan tahun baru, mungkin ada sebagian dari kita yang telah merencanakan liburan bersama keluarga tercinta. Bagaimana dengan kenangan anda di tahun lalu? Apakah ada yang terindah, terutama di hari natal?


Bagi saya ada.. hari natal di tahun lalu merupakan hari natal terindah saya, karena di hari itu saya melamar kekasih saya untuk menjadi istri saya. Dalam artikel ini, saya akan menceritakan pengalaman natal terindah saya dengan kekasih saya. Sayang momen tersebut tidak saya rekam sehingga tidak ada foto maupun video. Sebagai gantinya, saya akan mencari gambar dan video yang mirip dengan kejadian saya.


Saya terinspirasi dari musim salju yang romantis, namun karena di Indonesia tidak ada salju, maka saya punya rencana lain. Di malam natal, saya membeli berbagai persiapan, mulai dari alat penyemprot salju atau snow spray, bunga mawar, hingga cincin pernikahan.


Sebelum malam natal tiba, saya meminta restu dari papa dan mama, begitu juga dengan orangtua kekasih saya, tentu saja semuanya itu tanpa sepengetahuan kekasih saya. Semuanya berjalan dengan lancar, kedua orangtua kami sepakat dan mengijinkan pernikahan kami.

Saya pun memberitahukan kepada orangtua saya dan orangtua kekasih saya mengenai rencana melamar saya. Semuanya tetap dirahasiakan hingga malam natal.

Begitu malam natal tiba, saya datang ke rumah kekasih saya bersama kedua orangtua saya. Saya semprotkan snow spray ke atas saya dan ke depan pintunya. Kemudian saya ketuk pintunya, kekasih saya yang membuka pintunya karena orangtuanya sudah tahu rencana saya. Dia sempat terhening sesaat, entah apa perasaannya tapi saya yakin dia senang. Hanya senyum tawa tanpa kata yang dapat saya lihat dari wajahnya.

Kemudian saya memberikan bunga mawar kepada kekasih saya sambil menekukan lutut. Selanjutnya saya memegang tangannya dengan tangan kanan saya dan mengambil kotak cincin dari kantong dengan tangan kiri.


 Saya membuka kotak cincin kepada kekasih saya sambil mengatakan “Sayang, bersediakah kamu menikah dengan aku? Aku disini, di depanmu, memohon kepadamu di malam natal ini”.

 Dan kekasih saya senyum tak percaya… saya pun juga ikut tersenyum, kemudian di belakang kekasih saya ada orangtuanya, mereka juga tersenyum. Semuanya diam tersenyum tanpa kata-kata, menunggu jawaban dari kekasih saya.

Beberapa saat kemudian, kekasih saya tersenyum sambil meneteskan air mata, lalu dia berkata, “iya sayang, aku sangat bersedia menikah dengan kamu… sampai akhir hidupku. Ini seperti mimpi yang jadi kenyataan. Terimakasih banyak sayang..”.


Yeah, berhasil diterima. Begitu senangnya saya dan kemudian kami berdua berpelukan mesra hingga berciuman di depan orangtua saya dan orangtua kekasih saya. Saya melamar kekasih saya untuk menjadi istri saya dan diterima.


Kemudian kami semua masuk ke rumahnya dan saya membersihkan diri dulu ke kamar mandi masih ada bekas dari snow spray di tubuh saya. Kami makan malam bersama di rumahnya sambil menghabiskan waktu malam natal bersama.

Keesokan harinya, kami menyiapkan undangan dan gaun pernikahan. Akhirnya kami menikah di awal bulan Februari. Saya sangat bersyukur di hari natal tersebut yang telah menjadikan kami berdua menjadi pasangan suami istri. Kami berharap bahwa kami dapat menjadi pasangan yang bahagia dan saling setia hingga maut menjemput kami.

Mungkin gambar-gambar tersebut dapat mewakili ilustrasinya ya, ataupun ini ada videonya yang saya cari di Youtube berkaitan dengan pengalaman saya. Walaupun tidak sama, setidaknya ini hampir mirip. Berikut videonya :


Itulah pengalaman terindah saya di hari natal. Saya tidak bisa mengungkapkan betapa senangnya saya terhadap natal tahun lalu. Semoga di hari natal tahun ini, saya dan istri saya akan menjalaninya dengan lebih baik lagi, Aminnn…

Terimakasih semuanya, selamat hari natal dan tahun baru yaa…
Merry Christmas n’ Happy New Year… 




Sumber gambar :